Pendidikan

Meneladani Nabi, Menjaga Titipan Ilahi: Sinergi Mewujudkan Generasi Tangguh di Perguruan ‘Aisyiyah Unggulan Purworejo

PURWOREJO – Suasana khidmat bercampur haru sekaligus takjub menyelimuti Hall SD ‘Aisyiyah Unggulan Purworejo pada Selasa, 25 Agustus 2026. Wali murid dari SD ‘Aisyiyah Unggulan Purworejo bersama TK ABA Loano berkumpul dalam agenda mulia, yakni Pengajian Wali Murid. Mengusung tema besar “Meneladani Nabi Muhammad SAW Mencetak Generasi Tangguh, Cerdas, dan Berakhlak Mulia”, acara ini sukses menyatukan visi antara pihak sekolah dan orang tua demi masa depan anak-anak tercinta.

Sebelum acara inti dimulai, suasana hall telah dihangatkan oleh berbagai penampilan luar biasa (pra-acara) dari siswa-siswi kelas 1 hingga kelas 5:
Kelas 3: Tampil percaya diri membawakan lagu-lagu Islami yang menyejukkan hati.
Kelas 2: Dengan kompak dan fasih melantunkan rangkaian doa harian, memicu senyum bangga para orang tua.
Kelas 5: Menggetarkan ruangan melalui hafalan bersama Surah Al-A’la secara tartil. Puncak Pra-Acara ditutup dengan harmoni gerakan tarian Islami yang anggun, melambangkan keindahan akhlak generasi muda muslim.

Lantunan basmalah bersama secara resmi menandai dibukanya acara inti. Dengan sikap tegak dan penuh jiwa nasionalisme serta kepanduan, seluruh hadirin menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, disusul dengan lagu Sang Surya, serta Mars ‘Aisyiyah yang berkumandang megah memenuhi ruangan. Kekhusyukan acara semakin bertambah saat siswa Kelas 1 maju ke depan untuk mendemonstrasikan hafalan surat-surat pendek Al-Qur’an secara fasih dan berani.

Inti pengajian yaitu Mengasuh Anak adalah Merawat Titipan AllahMemasuki agenda utama, hadir sebagai pemateri utama adalah Ibu Nur Ngazizah, S.Si., M.Pd.. Beliau merupakan tokoh pendidikan sekaligus Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Purworejo dan Dosen PGSD di Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR).Dalam pemaparannya yang bertajuk “Menjaga Titipan Allah SWT”, Ibu Nur Ngazizah menekankan betapa besarnya tanggung jawab orang tua di era modern. Anak bukanlah hak milik mutlak, melainkan amanah besar dari Allah SWT yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya.Sesuai dengan Al-Qur’an Surah An-Nisa ayat 9, umat Islam sangat dilarang untuk meninggalkan generasi yang lemah (dzurriyatan dhi’afan), baik secara fisik, ekonomi, mental, maupun spiritual.”Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya…” (QS. An-Nisa: 9).

Beliau menjabarkan beberapa pilar utama dalam mewujudkan kehidupan Islami di dalam rumah tangga demi mencetak anak-anak yang profetik (meneladani nabi):Gemar Membaca Al-Qur’an: Menjadikan rumah bercahaya dan penuh berkah (QS. Al-An’am: 92).Menanamkan Iman dan Takwa: Menjadi dasar turunnya keberkahan dari langit dan bumi (QS. Al-A’raf: 96).Mendirikan dan Menjaga Shalat: Membiasakan anak beribadah sejak dini dengan kesabaran (QS. Thaha: 132).Memberikan Nafkah Halal: Memastikan harta dan makanan yang masuk ke tubuh anak bersih dari yang haram, sebab makanan haram dapat mengeraskan hati anak.

Ibu Nur Ngazizah juga mengingatkan agar orang tua menghindari 10 kesalahan fatal mendidik anak, seperti menumbuhkan rasa takut berlebih, bersikap kaku, memanjakan secara materiil (berfoya-foya), serta melupakan kebutuhan ruhaninya. Kunci utamanya adalah keteladanan dari orang tua itu sendiri.

Imam Al-Ghazali pernah berpesan bahwa hal pertama yang harus dilakukan orang tua sebelum mendidik anak adalah memperbaiki diri sendiri, karena anak-anak adalah peniru ulung dari apa yang mereka lihat dan dengar di rumah.

Sinergi Program Sekolah dan SPMBSetelah siraman rohani yang mengunggah kesadaran tersebut, acara dilanjutkan dengan pemaparan program-program unggulan sekolah oleh Kepala SD ‘Aisyiyah Unggulan Purworejo, Ibu Khoirul Maslakhah, S.Pd., M.Pd.. Beliau mengajak para wali murid berkolaborasi aktif dalam mendukung kurikulum pembiasaan karakter di sekolah agar sejalan dengan pendidikan di rumah.

Sesi akhir diisi oleh Bapak Lambang Subarkah Hanafi, S.Pd. yang menyampaikan teknis dan sosialisasi terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) sebagai langkah strategis sekolah menjaring calon generasi berkarakter berikutnya.Acara pengajian akbar yang penuh berkah dan ilmu ini akhirnya ditutup dengan tertib melalui pembacaan hamdalah bersama serta doa kafaratul majelis. Sinergi yang kuat antara guru, orang tua, dan teladan luhur Rasulullah SAW diharapkan menjadi fondasi kokoh untuk melahirkan generasi emas yang tangguh, cerdas, dan berakhlak mulia di Kabupaten Purworejo.

(Devi Damayanti)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button