Agama

Pengajian Ahad Pagi PCM Grabag Angkat Tema “Refleksi Hari Kemerdekaan”

PURWOREJO – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Grabag kembali menyelenggarakan Pengajian Ahad Pagi pada Ahad, 10 Rabiulawal 1448 H, bertempat di Gedung Dakwah PCM Grabag, Desa Roworejo, Grabag. Pengajian menghadirkan Ustadz H. Dandung Danadi, anggota Lembaga Seni Budaya (LSBO) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sebagai pemateri.

Sebelum memasuki materi utama, Ustadz Dandung Danadi mengajak seluruh jamaah untuk bersama-sama membaca dzikir pagi. Suasana pengajian kemudian dilanjutkan dengan kajian bertema “Refleksi Hari Kemerdekaan”, yang dikaitkan dengan perjuangan para rasul dalam menghadapi berbagai bentuk kedzaliman.

Dalam pemaparannya, Ustadz Dandung mengawali dengan menceritakan perjuangan para rasul dalam melawan kedzaliman. Salah satu kisah utama yang menjadi fokus kajian adalah perjuangan Nabi Musa AS dan Bani Israel dalam menghadapi kedzaliman Fir’aun beserta bala tentaranya.

Sejumlah ayat Al-Qur’an menjadi landasan kajian, di antaranya QS. Hud ayat 120, QS. Al-Qashash ayat 4, serta QS. Ibrahim ayat 5–7. Melalui kisah tersebut, jamaah diajak memahami bahwa perjuangan membebaskan diri dari penindasan merupakan bagian penting dari perjalanan kehidupan umat manusia.

Ustadz Dandung juga mengingatkan bahwa kemenangan Nabi Musa AS atas Fir’aun diperingati dengan ibadah puasa. Hal tersebut dapat menjadi refleksi bagi umat Islam dalam memaknai peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Jika kemenangan Nabi Musa AS diperingati dengan puasa, maka dalam momentum HUT Kemerdekaan RI ini kita juga dapat memperingatinya dengan berpuasa atau setidaknya dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang positif, bermanfaat, dan mendekatkan diri kepada Allah,” demikian pesan yang disampaikan dalam pengajian.

Menurutnya, hal yang paling penting dalam mengisi kemerdekaan adalah mensyukurinya. Kemerdekaan bukan sekadar terbebas dari penjajahan secara fisik, tetapi juga bagaimana manusia mampu membebaskan dirinya dari berbagai bentuk belenggu, terutama ketergantungan terhadap hawa nafsu.

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Dandung turut menyampaikan doa Nabi Musa AS yang diabadikan dalam QS. Thaha ayat 25–35. Doa tersebut menjadi pelajaran penting tentang bagaimana seorang pemimpin dan pejuang memohon kelapangan dada, kemudahan urusan, serta kemampuan menyampaikan kebenaran dengan baik.

“Secara kosa kata, merdeka berarti bebas. Namun sesungguhnya merdeka itu ketika kita sudah terbebas dari ketergantungan kepada hawa nafsu,” ungkapnya.

Melalui pengajian tersebut, jamaah PCM Grabag diajak untuk tidak berhenti pada perayaan kemerdekaan secara seremonial. Kemerdekaan hendaknya menjadi momentum untuk melakukan introspeksi sekaligus meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT.

Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI diharapkan dapat diisi dengan berbagai aktivitas yang positif, produktif, bermanfaat bagi masyarakat, serta memperkuat nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Pengajian Ahad pagi PCM Grabag tersebut ditutup dengan harapan agar seluruh jamaah mampu mengambil hikmah dari perjuangan Nabi Musa AS serta mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan amal kebaikan.

(Triyono)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button