Agama

Pengajian Ahad Pagi PCM Grabag Ajak Jamaah Kokohkan Tauhid dan Menjadi Generasi Ulul Albab

PURWOREJO – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Grabag kembali menggelar Pengajian Ahad Pagi pada Ahad, 13 Muharram 1448 H (28 Juni 2026), bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Grabag. Kegiatan yang dihadiri warga Muhammadiyah dan masyarakat ini menghadirkan Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah (LP2M) PDM Purworejo, Iyus Herdiana Saputra, sebagai pemateri.

Dalam tausiyahnya, beliau mengajak jamaah merenungkan perjalanan kehidupan manusia yang diibaratkan seperti fase bulan, dimulai dari kecil, kemudian tumbuh hingga mencapai puncaknya. Setiap fase kehidupan memiliki hikmah yang patut disyukuri dan dijadikan pelajaran.

Beliau menjelaskan bahwa nilai suatu nikmat sering kali baru disadari ketika nikmat tersebut hilang. Orang tua lebih memahami berharganya masa muda, orang yang pernah tertimpa musibah memahami arti keselamatan, dan orang yang sakit benar-benar merasakan betapa berharganya kesehatan. “Orang sehat memiliki banyak keinginan, sedangkan orang sakit hanya memiliki satu keinginan, yaitu sehat,” ungkapnya.

Demikian pula dengan kehidupan. Hakekat nikmat hidup akan benar-benar disadari ketika kehidupan telah berakhir. Karena itu, setiap muslim hendaknya senantiasa bersyukur atas nikmat kehidupan yang masih Allah SWT anugerahkan.

Mengulas kandungan Surah Ali Imran ayat 190–191, beliau menegaskan bahwa ayat tersebut mengajarkan manusia untuk merenungkan tanda-tanda kebesaran Allah SWT yang terdapat di seluruh alam semesta. Tidak ada satu pun ciptaan Allah yang sia-sia, bahkan makhluk yang dianggap kecil sekalipun memiliki hikmah dalam penciptaannya. Dari ayat tersebut, umat Islam didorong menjadi generasi Ulul Albab, yaitu generasi yang mampu memadukan dzikir, pikir, dan amal dalam kehidupan sehari-hari.

Selanjutnya, saat menafsirkan Surah Adz-Dzariyat ayat 47, beliau menekankan pentingnya memperkuat tauhid sebagai pondasi utama kehidupan seorang muslim. Menurutnya, orang yang memiliki tauhid yang kuat akan mencintai persatuan, kebersamaan, dan senantiasa mengutamakan nilai-nilai keimanan dalam setiap langkah kehidupannya.

Beliau juga menjelaskan bahwa makna kezaliman adalah tidak menempatkan sesuatu pada tempatnya. Bentuk kezaliman terbesar adalah syirik, yaitu mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang lain, padahal manusia diciptakan hanya untuk beribadah kepada-Nya.

Untuk mengokohkan tauhid, beliau mengajak jamaah memperbanyak mengenal Allah (ma’rifatullah) melalui Al-Qur’an, memperbanyak doa dan dzikir, serta menjauhi segala bentuk praktik syirik yang dapat merusak kemurnian akidah.

Di akhir pengajian, beliau mengingatkan bahwa bulan Muharram bukanlah bulan sial sebagaimana anggapan sebagian masyarakat. Sebaliknya, Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT sehingga menjadi momentum terbaik untuk memperbanyak dakwah, meningkatkan ibadah, serta menebarkan amal saleh di tengah masyarakat.

Pengajian Ahad Pagi PCM Grabag diharapkan terus menjadi sarana memperkuat pemahaman keislaman, meneguhkan akidah, serta membangun karakter warga Muhammadiyah yang berilmu, berakhlak mulia, dan berkemajuan.

Kontributor: Triyono

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button