
PRM Dadirejo Selenggarakan Pembekalan Public Speaking, Warnai Milad ke-113 Muhammadiyah
Purworejo — Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Dadirejo, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, menggelar kegiatan Pembekalan Public Speaking bagi PRM, ‘Aisyiyah, dan Angkatan Muda Muhammadiyah Dadirejo pada Ahad pagi (23/11) di Balai Desa Dadirejo. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.30 hingga 11.00 WIB ini dihadiri sekitar 30 peserta dari berbagai unsur Persyarikatan dan simpatisan Muhammadiyah Dadirejo dan undangan lainnya.
Acara dibuka dengan menyanyikan Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah, serta sambutan dari beberapa tokoh undangan. Dalam sambutannya, Ketua PCM Bagelen Rohadi, S.E., menyampaikan apresiasi atas inisiatif PRM Dadirejo yang dinilai kreatif dan produktif dalam menyemarakkan milad tahun ini.
“Milad bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk memperkuat gerakan dakwah dan meningkatkan kompetensi kader,” ujarnya.
Kepala Desa Dadirejo Ma’ful Ngaini yang turut hadir dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan dukungan atas kegiatan yang diselenggarakan oleh PRM Dadirejo. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat mempererat silaturahmi antarwarga dan menjadi inspirasi bagi organisasi lain di tingkat desa.
“Kami sangat mendukung kegiatan yang membangun kapasitas masyarakat, apalagi dengan semangat dakwah dan pemberdayaan seperti yang dilakukan Muhammadiyah,” ungkapnya.
Sesi inti kegiatan diisi oleh Ibu Ulya Rosyeda, S.T., Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Purworejo, yang menjadi narasumber utama. Dengan gaya penyampaian yang lugas, komunikatif, dan inspiratif, beliau mengupas pentingnya keterampilan public speaking bagi kader dan aktivis dakwah di era modern. Menurutnya, seorang muballigh, pengurus organisasi, atau pemimpin komunitas perlu mampu menyampaikan pesan dengan cara yang menarik dan menyentuh hati.
“Public speaking bukan hanya soal berbicara di depan orang banyak, tetapi tentang bagaimana pesan kita diterima dan menggerakkan pendengar untuk berbuat kebaikan,” tegas Ulya di hadapan peserta.
Ia juga menambahkan bahwa kemampuan berbicara dengan percaya diri, beretika, dan berempati adalah kunci keberhasilan seorang dai dan kader Muhammadiyah dalam berdakwah di tengah masyarakat.
Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan. Dalam sesi praktik, mereka diajak mencoba berbicara di depan forum, memperkenalkan diri, dan menyampaikan pesan singkat dengan teknik yang telah dijelaskan. Beberapa peserta dari kalangan muda Muhammadiyah bahkan tampil percaya diri dan memukau audiens dengan improvisasi yang menarik. Suasana pelatihan terasa hangat, akrab, dan sarat motivasi.
Sekertaris PRM Dadirejo, H. Hertanto , S.Pd., dalam penutupannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini, baik Pemerintah Desa Dadirejo yang meminjamkan tempat dan fasilitas, maupun donatur yang membantu pendanaan kegiatan.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal bagi kader Muhammadiyah Dadirejo untuk lebih percaya diri dan berani tampil dalam berbagai kegiatan dakwah dan sosial kemasyarakatan,” ujarnya.
Kegiatan pembekalan public speaking ini diakhiri dengan doa dan sesi foto. Bagi PRM Dadirejo, kegiatan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari upaya berkelanjutan untuk membina kader, memperkuat semangat dakwah, serta meneguhkan identitas kemuhammadiyahan di tingkat ranting. Dengan semangat Milad Muhammadiyah ke-113, PRM Dadirejo bertekad terus bergerak dan berkontribusi nyata bagi kemajuan umat dan bangsa.
(Dede Awan Apriyanto)



