Organisasi

Rapat Rutin PRM Krendetan Perkuat Spiritualitas, Kaderisasi, dan Konsolidasi Organisasi

Purworejo — PRM Krendetan menyelenggarakan rapat rutin pada Jumat malam, 9 Januari 2026 / 20 Rajab 1447 H, bertempat di kediaman Haji Dandung Danadi, RT 01, Dusun Kepondon, Desa Krendetan, Kecamatan Bagelen. Kegiatan berlangsung pukul 20.00–22.00 WIB dan dihadiri oleh jajaran pengurus PRM, perwakilan pimpinan cabang, serta warga Muhammadiyah setempat.

Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pembacaan Kalam Ilahi yang menghadirkan suasana khusyuk. Sambutan tuan rumah penyelenggara disampaikan oleh Hamas Bernadiani, M.Psi, yang menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran seluruh peserta, sekaligus menegaskan pentingnya kebersamaan dan partisipasi aktif warga dalam menguatkan gerak organisasi di tingkat ranting.

Selanjutnya, Ketua PRM Krendetan, Ustadz Abdul Latif, menegaskan bahwa rapat rutin merupakan forum strategis untuk musyawarah, evaluasi program, serta penguatan ukhuwah dan komitmen dakwah Muhammadiyah di tengah masyarakat.

Rangkaian sambutan dilanjutkan oleh Sekretaris PCM Bagelen, Haji Zumaruddin, S.Pd.I. Dalam arahannya, ia menyampaikan agenda konsolidasi pengkaderan pada hari (Ahad 11 Januari 2026) di Gedung Da’wah (Kaliboto) PCM Bener. Pada kegiatan tersebut, PCM Bagelen menugaskan Ketua PCM Bagelen serta satu orang yang membidangi MPK SDI (Majelis Pengkaderan Sumber Daya Insani) PCM Bagelen. Ia menegaskan, “Antusiasme dari ranting merupakan akar rumput sebuah organisasi Muhammadiyah. Ranting adalah embrio utama untuk penguatan cabang, bahkan menjadi fondasi kekuatan persyarikatan dari tingkat daerah hingga wilayah dan pusat.”

Memasuki agenda pembinaan ruhani, siraman rohani oleh Haji Rinhadi menekankan bahwa akhlak yang baik harus dibiasakan dengan senantiasa menyebut asma Allah dan berdzikir kepada Allah secara konsisten (dzikran katsîrâ). Ia mengingatkan bahwa orientasi hidup harus benar-benar akhirat, sedangkan dunia adalah sarana, bukan tujuan.

Dalam sesi tausiyah dan tafsir Al-Qur’an, Haji Dandung Danadi menjelaskan Surah Al-Jumu’ah ayat 10 tentang keseimbangan ikhtiar duniawi dengan orientasi ukhrawi, serta menegaskan prinsip bahwa ilmu harus mendahului amal. Pada tafsir Surah Al-Qadr, ia menguraikan ayat demi ayat, dimulai dari “Innā anzalnāhu fī lailatil-qadr”. Ia mengkritisi perbedaan istilah tanzzala (turunnya para malaikat secara berangsur), anzala (turunnya Al-Qur’an secara utuh), dan nazala/nuzûl (turunnya wahyu secara bertahap dan berseri-seri).

Ia menegaskan bahwa Lailatul Qadr adalah malam yang sangat mulia dan pasti terjadi pada bulan Ramadan, sebagaimana ditegaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 185 dan Surah Al-Qadr ayat 1–5, serta menempatkan bulan Rajab sebagai fase persiapan mental menuju bulan Ramadan.

Setelah rangkaian tausiyah, rapat organisasi dipimpin oleh Ahmad Soegandi dengan beberapa poin pembahasan diantaranya adalah KTAM (Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah) telah terealisasi, meskipun masih terdapat kendala teknis pada sistem daring yang akan diperbaiki ke depan. Dilanjutkan laporan bendahara terkait kondisi keuangan organisasi; dan penambahan anggota PRM Krendetan, yaitu Haji Seno Sigit dan Mas Heryadi, dengan harapan keduanya dapat beristiqamah dan aktif dalam kegiatan persyarikatan.

Dilanjutkan laporan pelaksanaan Pelatihan Manajemen Digital yang diselenggarakan oleh PCM Bagelen dan diikuti oleh perwakilan PRM Krendetan, sebagai bagian dari evaluasi serta penguatan tata kelola administrasi dan dakwah digital di tingkat ranting.

Diskusi terbuka, di mana salah satu peserta mengusulkan agar pengajian Purnama kembali diadakan seperti sebelumnya, direncanakan setiap pertengahan bulan Hijriah atau saat bulan purnama.

Menanggapi diskusi tersebut, Sekretaris PCM Bagelen, Haji Zumaruddin, S.Pd.I, memberikan tanggapan dan klarifikasi satu per satu. Penasihat PRM Krendetan, Haji Dandung Danadi, menambahkan bahwa kajian Purnama dapat dipertimbangkan dan selanjutnya akan dikonsolidasikan di tingkat Majelis Tabligh PCM Bagelen.

Acara kemudian ditutup dengan doa kafaratul majelis, dengan harapan seluruh keputusan dan rencana dapat dilaksanakan secara istiqamah serta membawa keberkahan bagi organisasi dan masyarakat.

(Epin Hidayat)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button