Sosial

Kunjungan Lazismu Pusat Bahas Sinergi Kelembagaan

PURWOREJO – Pada 19 Juni 2026 Lazismu Purworejo menggelar rapat koordinasi kelembagaan yang dihadiri Lazismu Pusat, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purworejo yang membidangi Lazismu, jajaran Badan Pengurus (BP), dan staf eksekutif. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi kelembagaan sekaligus menyelaraskan arah kebijakan organisasi dengan pengembangan Lazismu di tingkat pusat dan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris BP Lazismu Pusat, Gunawan Hidayat, S.T., M.T., hadir sebagai pemateri utama. Beliau menegaskan bahwa Lazismu perlu mengembangkan cara pandang sosial-bisnis dalam pengelolaan program. Menurutnya, dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tidak hanya berfungsi sebagai bantuan sosial, tetapi juga dapat menjadi instrumen transformasi kelembagaan. Sebagai contoh, ketika terdapat sekolah (SD/SMP/SMA/K) yang mengalami penurunan operasional dan terancam berhenti, Lazismu diharapkan mampu berkontribusi melalui pendayagunaan dana ZIS untuk mendorong perbaikan tata kelola dan keberlanjutan lembaga tersebut.

Selain membahas penguatan program, rapat juga menyoroti pentingnya sinergitas keuangan antara Lazismu daerah dengan Kantor Layanan (KL). Gunawan mengingatkan bahwa sesuai ketentuan Unsur Pembantu Pimpinan (UPP), Lazismu berkewajiban menyampaikan laporan secara rutin setiap bulan kepada BP maupun pimpinan sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana umat. Pelaporan yang tertib diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik sekaligus meningkatkan efektivitas koordinasi antarlevel organisasi.

Pada aspek tata kelola organisasi, Gunawan menjelaskan bahwa dalam konteks operasional, BP dan staf eksekutif merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam menjalankan roda organisasi. “BP dan eksekutif adalah satu badan yang bekerja bersama. Dalam pelaksanaannya, BP juga berperan sebagai eksekutif sehingga koordinasi dan kolaborasi menjadi kunci keberhasilan organisasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gunawan mendorong pengembangan program pemberdayaan yang terintegrasi dengan Lazismu Pusat. Salah satu contoh yang disampaikan adalah sinergi program transisi bagi anak-anak penerima manfaat Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah (PAYM) menjelang kelulusan agar cita-cita dan masa depan mereka dapat diwujudkan melalui pendampingan yang berkelanjutan. Selain itu, ia juga mengusulkan pemanfaatan lahan wakaf produktif untuk kegiatan ekonomi yang berkelanjutan, seperti pengembangan usaha peternakan ayam petelur. Sejalan dengan itu, penguatan sistem dan transformasi digital (go digital) menjadi agenda strategis yang terus didorong guna meningkatkan efektivitas layanan, pengelolaan data, serta pengembangan ekosistem Lazismu yang lebih modern dan profesional.

Kontributor: Wiwit Widhi S.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button