Agama

Pengajian PRM Tlogokotes Bahas Lima Bekal Memasuki Usia 40 Tahun Menurut Surah Al-Ahqaf

PURWOREJO – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tlogokotes, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, kembali menggelar pengajian rutin bulanan di Masjid Ad-Darussalam, Selasa (4/8/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung pukul 19.45–21.30 WIB itu merupakan agenda pembinaan keagamaan yang secara istiqamah diselenggarakan setiap tanggal 4 sebagai sarana mempererat ukhuwah dan menguatkan syiar Islam di lingkungan warga Muhammadiyah.

Pengajian yang diprakarsai PRM Tlogokotes tersebut menghadirkan Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bagelen, H. Zumarudin, S.Pd.I., sebagai penceramah.
Saat memulai kajiannya, beliau menyampaikan bahwa ketua PCM Bagelen Bapak Rohadi,S.E dan Penasehat PCM Bagelen Bapak H Dandung Danadi berhalangan hadir .
Dalam kajiannya, ia mengangkat kandungan Surah Al-Ahqaf ayat 15 yang berisi tuntunan bagi seorang muslim ketika memasuki usia 40 tahun.

“Kalau seseorang sudah berusia 40 tahun tetapi belum mampu menunjukkan rasa syukurnya kepada Allah, berarti ada persoalan dalam keimanannya,” ujar H. Zumarudin di hadapan jamaah.

Menurutnya, usia 40 tahun merupakan fase kematangan yang menjadi momentum untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Merujuk Surah Al-Ahqaf ayat 15, ia menjelaskan lima bekal utama yang perlu dipersiapkan setiap muslim dalam menjalani fase tersebut.

Lima bekal itu meliputi memperbanyak doa kepada Allah SWT, meningkatkan rasa syukur atas seluruh nikmat-Nya, memperbanyak amal saleh yang diridhai Allah, senantiasa bertaubat atas segala kekhilafan, serta memohon agar diri dan keturunan tetap berada dalam jalan Islam hingga akhir hayat.

“Rasa syukur tidak cukup hanya diucapkan dengan lisan. Syukur harus diwujudkan melalui hati, ucapan, dan perbuatan dengan memanfaatkan seluruh nikmat Allah sesuai dengan tujuan penciptaannya,” jelasnya.

H. Zumarudin juga mengingatkan bahwa kematian merupakan ketetapan Allah SWT yang pasti akan dialami setiap manusia, namun waktu kedatangannya menjadi rahasia Allah. Menurutnya, ajal tidak mengenal usia, kondisi kesehatan, maupun rencana yang sedang dipersiapkan seseorang. Karena itu, setiap muslim hendaknya mengisi kehidupan dengan memperbanyak amal saleh, memperkuat rasa syukur, serta senantiasa mempersiapkan bekal untuk kembali kepada Allah SWT.

“Mati tidak menunggu rumah selesai dibangun. Tidak menunggu sakit. Tidak menunggu tua. Ketika ajal datang, tidak bisa dimajukan ataupun diundurkan,” tegasnya.

Selain itu, H. Zumarudin mengajak jamaah mensyukuri nikmat pancaindra, khususnya penglihatan, dengan menggunakannya untuk melihat hal-hal yang diridhai Allah SWT. Ia mengutip Surah An-Nur ayat 30 dan Surah Al-Isra ayat 36 yang mengingatkan bahwa pendengaran, penglihatan, dan hati akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.

“Mata adalah nikmat Allah yang tidak ternilai. Karena itu gunakan untuk melihat hal-hal yang diridhai Allah, bukan untuk melihat sesuatu yang mengarah kepada kemaksiatan,” pesannya.

Untuk memperkuat pesan tersebut, H. Zumarudin membagikan kisah inspiratif tentang seorang anak tunanetra asal Mesir yang berhasil menghafal Al-Qur’an sejak usia empat tahun. Menurutnya, kisah itu menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang untuk meraih kemuliaan apabila disertai kesungguhan, rasa syukur, dan keikhlasan dalam beribadah.

Ketua PRM Tlogokotes, Supriyadi, mengatakan pengajian rutin yang dilaksanakan setiap tanggal 4 merupakan komitmen ranting dalam membina warga secara berkelanjutan sekaligus menghidupkan fungsi masjid sebagai pusat dakwah dan pembelajaran Islam.

“Pengajian rutin ini menjadi ikhtiar kami untuk menjaga silaturahmi, memperkuat ukhuwah, serta meningkatkan pemahaman keislaman warga. Kami berharap kegiatan ini terus istiqamah dan memberi manfaat yang luas bagi masyarakat,” katanya.

Melalui pengajian rutin tersebut, PRM Tlogokotes berupaya menghadirkan kajian yang tidak hanya memperdalam pemahaman agama, tetapi juga memberikan solusi atas persoalan kehidupan sehari-hari berdasarkan Al-Qur’an dan Sunah. Konsistensi penyelenggaraan pengajian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi ranting-ranting Muhammadiyah lainnya di Kecamatan Bagelen dalam menghidupkan pembinaan umat secara berkelanjutan melalui masjid.

Kontributor: Epin Hidayat

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button