
Edukasi Pengolahan Madu Hutan; Santri MBS Purworejo Belajar dari Alam
Purworejo — Mengisi waktu luang pasca ujian sekaligus menyegarkan pikiran, seluruh santri Muhammadiyah Boarding School (MBS) Purworejo mengikuti kegiatan outing class bertajuk Edukasi Pengolahan Madu Hutan pada Kamis, 18 Desember 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Purbayan, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo, yang berada di kawasan dataran tinggi.
Agenda diawali dengan perjalanan menuju lokasi pengambilan madu hutan di kawasan hutan Desa Purbayan. Para santri bersama ustadz dan ustadzah menempuh perjalanan dengan menaiki truk secara bersama-sama, menghadirkan pengalaman tersendiri yang penuh keakraban dan antusiasme.
Setibanya di lokasi, para santri disambut hangat oleh keluarga salah satu santri MBS Purworejo, Rizky Hidayatulloh. Kegiatan ini dibimbing langsung oleh ayah Rizky, yang telah puluhan tahun menekuni bidang pengolahan berbagai jenis madu hutan.
Pada sesi pertama, santri diajak menyusuri kawasan hutan tempat pengambilan madu. Mereka melewati medan yang cukup menantang, mulai dari jalan terjal, turunan curam, menyusuri aliran sungai, hingga menerobos semak belukar. Pengalaman ini menjadi pembelajaran langsung yang jarang ditemui di lingkungan sekolah maupun rumah.
Puncak sesi lapangan adalah saat santri menyaksikan secara langsung proses pengambilan madu hutan dari sarang lebah. Proses tersebut dilakukan dengan prosedur keamanan yang memadai untuk memastikan keselamatan, sekaligus memberikan pemahaman penting tentang kehati-hatian dalam berinteraksi dengan alam.
Sesi kedua dilanjutkan di kediaman keluarga Rizky dengan materi pengolahan madu hutan. Para santri diperkenalkan pada proses pengolahan madu murni yang ternyata sederhana, yakni dengan menyaring madu dari kotoran dan sisa lebah, kemudian memasukkannya ke dalam botol atau jerigen untuk didistribusikan. Madu asli tidak memerlukan campuran apa pun agar tetap terjaga kemurniannya.
Momen yang paling dinantikan adalah saat para santri, ustadz, dan ustadzah dipersilakan mencicipi madu hasil pengambilan sendiri. Kelezatan madu murni yang diperoleh langsung dari alam memberikan kesan mendalam dan menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.
Suasana keakraban semakin terasa ketika keluarga Rizky menjamu seluruh peserta dengan hidangan yang telah disiapkan. Kebersamaan tersebut mencerminkan nilai kekeluargaan yang hangat, seolah para santri bertandang ke rumah sendiri.
Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan pelaksanaan salat Zuhur berjamaah, sebelum seluruh rombongan berpamitan. Melalui kegiatan ini, santri MBS Purworejo tidak hanya memperoleh pengalaman baru yang edukatif dan menyenangkan, tetapi juga belajar menghargai alam sebagai sumber kebaikan, serta menumbuhkan nilai kebersamaan dan kekeluargaan yang lahir dari niat tulus dalam menuntut ilmu dan menjaga ciptaan Tuhan.
(Al Husein)



