
Gema Talbiyah di Bagelen: Menanamkan Rindu Baitullah Sejak Dini di SMP Muhammadiyah Bagelen
Purworejo – Suasana khidmat menyelimuti kompleks SMP Muhammadiyah Bagelen pada Selasa (10/03/2026). Di tengah suasana Ramadhan 1447 H, sekolah ini tidak hanya mengisi waktu dengan teori keagamaan, melainkan menghadirkan “miniatur Makkah” langsung ke tengah-tengah siswa melalui kegiatan Praktik Manasik Haji.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Ramadhan In Campus ini dipandu langsung oleh Ustadz H. Dandung Danadi, Ketua KBIHU Muhammadiyah Al-Mukhlisin.
Dari Teori Hingga Getaran Talbiyah
Acara dimulai dengan pembekalan teori di dalam kelas. Menggunakan media visual proyektor, Ustadz Dandung menjelaskan rukun demi rukun haji dengan detail. Namun, momen paling emosional terjadi saat simulasi praktik dimulai.
Mengenakan kain ihram lengkap, Ustadz Dandung memimpin barisan siswa mengelilingi replika Ka’bah. Kalimat talbiyah yang syahdu pun mulai menggema di koridor sekolah:
“لَبَّیكَ الّلهُمَّ لَبَّیكَ، لَبَّیكَ لاشَریكَ لَكَ لَبَّیكَ…”
“Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, serta kekuasaaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu.”
Membangun Kesiapan Menjadi Tamu Allah
Bacaan talbiyah yang dilantunkan dengan penuh semangat oleh siswa-siswi SMP Muhammadiyah Bagelen ini bukan sekadar hafalan, melainkan bukti ketaatan dan kesiapan mental mereka sejak usia remaja.
Setiap tahapan rukun haji, mulai dari niat, tawaf, hingga simulasi sa’i dan tahallul diikuti dengan antusias. Kehadiran replika Ka’bah lengkap dengan penanda Rukun Hajar Aswad dan Rukun Yamani memberikan pengalaman sensorik yang nyata bagi para siswa.
“Ini adalah upaya kita untuk menanamkan kerinduan pada Baitullah. Kita berharap, suatu hari nanti Allah ﷻ memampukan mereka membalas panggilan-Nya dengan kesiapan fisik dan materi yang nyata di tanah suci,” ujar salah satu pendamping kegiatan.
Ramadhanku Berkualitas, Belajarku Tuntas
Sesuai dengan tema besar kegiatan tahun ini, “Ramadhanku Berkualitas, Puasaku Totalitas, Belajarku Tuntas”, praktik manasik ini diharapkan menjadi bekal ilmu yang aplikatif. Siswa tidak hanya tahu apa itu haji, tapi mereka pernah “merasakan” prosesinya.
Doa dan harapan mengiringi setiap langkah kecil para siswa di halaman sekolah hari itu, semoga kelak langkah-langkah tersebut benar-benar tertapak di atas padang Arafah dan pelataran Masjidil Haram. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.
(Epin Hidayat)



