
Kajian Ahad Legi PCM Bruno Tekankan Peran Ilmu sebagai Solusi Umat dan Bangsa
Purworejo — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bruno kembali menggelar Pengajian Rutin Ahad Legi pada Ahad, 4 Januari 2026, bertempat di Masjid Darul Arqom, Kamasan, Kaliwungu, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini menghadirkan Ustaz Nif’an Nasudi, M. Ag. sebagai pembicara utama dan diikuti oleh jamaah sekitar masjid serta anggota Muhammadiyah se-Kecamatan Bruno.
Kegiatan pengajian diawali dengan sambutan dari Ketua PCM Bruno, Bapak Muh. Mauludin. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh jamaah untuk mulai mempersiapkan diri dalam menyambut bulan suci Ramadan dengan sebaik-baiknya.
“Kita perlu mempersiapkan diri sejak dini untuk menyambut bulan Ramadan, agar ibadah yang kita lakukan benar-benar maksimal dan berkualitas,” ujarnya.
Dalam kajiannya, Ustaz Nif’an menekankan pentingnya pemahaman yang utuh tentang peran ilmu pengetahuan dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, ilmu tidak seharusnya berhenti sebagai teori di ruang kelas atau sekadar menjadi bahan ujian akademik, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk solusi nyata bagi berbagai persoalan bangsa dan negara.
Secara tidak langsung, ia menjelaskan bahwa ilmu pengetahuan memiliki peran fundamental sebagai alat untuk memahami realitas sosial secara objektif, dasar pengambilan keputusan yang rasional, serta sarana untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan sosial. Oleh karena itu, ilmu tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, melainkan harus diabdikan bagi kemaslahatan bersama dan kesejahteraan umat manusia.
Ustaz Nif’an juga menyoroti tantangan di era modern, khususnya pesatnya perkembangan teknologi dan informasi. Ia menjelaskan bahwa kemajuan tersebut membuka peluang besar dalam kemudahan akses pengetahuan, namun di sisi lain juga menghadirkan ancaman berupa hoaks, disinformasi, serta krisis etika.
“Masyarakat tidak cukup hanya melek teknologi, tetapi juga harus cerdas dan kritis dalam memilah serta memverifikasi informasi yang diterima,” tegasnya.
Lebih lanjut, kajian tersebut menempatkan generasi muda sebagai pihak yang memiliki peran strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa. Pemuda diharapkan mampu menjadi agen perubahan, penjaga nilai moral dan kebangsaan, serta calon pemimpin masa depan yang berintegritas dan berwawasan luas. Dengan demikian, kecerdasan akademik harus diiringi dengan karakter yang kuat dan kepribadian yang matang.
Pada bagian akhir kajian, Ustaz Nif’an menegaskan pentingnya etika dan tanggung jawab sosial dalam penerapan ilmu pengetahuan. Ia mengingatkan bahwa ilmu dan kekuasaan yang tidak dibarengi dengan etika berpotensi disalahgunakan dan dapat merugikan masyarakat luas.
“Nilai-nilai kejujuran, keadilan, empati, dan tanggung jawab sosial harus menjadi fondasi utama dalam mengamalkan ilmu di tengah kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya.
Melalui Pengajian Ahad Legi ini, PCM Bruno berharap jamaah dapat semakin menyadari pentingnya ilmu yang berorientasi pada kemaslahatan umat, sekaligus memperkuat kesiapan spiritual dalam menyongsong bulan suci Ramadan.
(Sabda Bintang Pratama)



