
Semarak Tarawih Silaturahim PCM Bagelen Malam 11 Ramadhan di Mushola Nurul Huda Gatep Bagelen: Ustadz Hamas Bernadian Ingatkan Jemaah tentang Amalan yang Paling Dirindukan Setelah Kematian
Purworejo – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bagelen kembali menggelar agenda rutin “Semarak Tarawih Silaturahim” pada bulan suci Ramadan tahun ini. Pada malam ke-11 Ramadan 1447 H, yang bertepatan dengan Jumat malam Sabtu (27/2/2026), kegiatan difokuskan di Mushola Nurul Huda, Dusun Gatep, Desa Bagelen, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo.
Kegiatan malam itu berlangsung khusyuk dan penuh keakraban. Bertindak sebagai imam salat Isya, Tarawih, dan Witir adalah Ustadz Hamas Bernadian. Sebelum mendirikan salat Tarawih, selepas salat Isya berjemaah, Ustadz Hamas memberikan siraman rohani (kultum) yang menggugah hati para jemaah yang hadir.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Hamas Bernadian mengupas tuntas sebuah penyesalan terbesar manusia setelah kematian tiba. Mengutip Surah Al-Munafiqun ayat 10, beliau menjelaskan bahwa jika orang yang sudah meninggal diberi kesempatan untuk menunda kematiannya atau kembali ke dunia, amalan yang paling ingin mereka kerjakan bukanlah salat tahajud ataupun puasa, melainkan bersedekah.
“Kenapa sedekah? Salat dan puasa adalah ibadah mahdhah yang berhubungan langsung dengan Allah (hablum minallah). Ketika seseorang meninggal, kewajiban dan pahala ibadah tersebut terputus. Namun, sedekah, infak, dan zakat adalah ibadah sosial (hablum minannas) yang berpotensi menjadi amal jariyah. Pahalanya akan terus mengalir meskipun kita sudah berada di alam kubur,” papar Ustadz Hamas di hadapan jemaah Mushola Nurul Huda.
Lebih lanjut, beliau menyoroti keutamaan sedekah yang luar biasa, mulai dari pahala yang dilipatgandakan hingga 700 kali lipat seperti yang termaktub dalam Surah Al-Baqarah, hingga disediakannya pintu surga khusus bernama Babus Shadaqah.
Selain dimensi spiritual, Ustadz Hamas juga menekankan dampak sosial dari sedekah yang kerap kali tidak disadari. “Jangan-jangan, dengan sedekah kita yang sederhana, kita telah menyelamatkan nyawa seseorang atau bahkan mencegah orang lain dari berbuat maksiat seperti mencuri karena terdesak kebutuhan,” tegasnya.
Di penghujung kultum, beliau memberikan edukasi terkait perbedaan sedekah, infak, dan zakat. Beliau mengajak seluruh jemaah untuk memaksimalkan sisa bulan Ramadan ini dengan berbagi. Jika tidak memiliki kelapangan harta untuk berinfak, sedekah bisa dilakukan melalui tenaga dan waktu untuk membantu sesama. Beliau juga menambahkan bahwa umat Islam diperbolehkan bertawasul dengan amal saleh, seperti berdoa memohon kelancaran urusan kepada Allah melalui perantara sedekah yang telah dikeluarkan.
Kegiatan Semarak Tarawih Silaturahim PCM Bagelen ini diharapkan terus menjadi jembatan ukhuwah islamiah antarwarga persyarikatan dan masyarakat umum, sekaligus menjadi wadah pencerahan ilmu di bulan yang penuh berkah.
(Epin Hidayat)



