
Sholat Idul Adha 1447 H PRM Ketawangrejo: Menyelami Makna Takbir sebagai Wujud Syukur
PURWOREJO — Pelaksanaan Sholat Hari Raya Idul Adha 1447 H yang diselenggarakan oleh PRM Ketawangrejo PCM Grabag berlangsung khidmat di halaman SMP Negeri 34 Purworejo. Ratusan jamaah dari berbagai kalangan tampak memadati lokasi sejak pagi hari untuk bersama-sama menunaikan ibadah dan merayakan hari besar umat Islam ini.
Bertindak sebagai khatib sekaligus imam adalah Ustadz H. Iyus Herdiana Saputra, yang merupakan Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah (LP2M) PDM Purworejo. Dalam khutbahnya, beliau mengangkat tema “Menyelami Makna Takbir sebagai Bentuk Rasa Syukur.”
Dalam penyampaiannya, khatib mengajak jamaah untuk merenungkan makna takbir yang selama ini dilafalkan. “Sudahkah lisan kita tersambung dengan hati ketika melambungkan kalimat suci?” menjadi pertanyaan reflektif yang menggugah kesadaran spiritual jamaah.
Mengacu pada QS. Al-Baqarah ayat 185, beliau menjelaskan makna mendalam dari kalimat takbir:
Allahu Akbar: Allah Maha Besar, lebih besar dari ego, harta, kekuasaan, serta segala masalah dan kesulitan hidup manusia.
Laa ilaaha illallah: Penegasan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah.
Walillahil hamd: Segala puji dan rasa syukur hanya pantas ditujukan kepada Allah atas segala nikmat dan kesempatan yang diberikan.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa Idul Adha disebut sebagai hari kemenangan, yakni kemenangan Nabi Ibrahim, Siti Hajar, dan Nabi Ismail dalam menundukkan ujian berat serta mengalahkan musuh terbesar dalam diri manusia, yaitu hawa nafsu.
“Kurban yang paling berat bukanlah sekadar mengorbankan harta, tetapi bagaimana kita mampu mengendalikan ego dan hawa nafsu,” tegas beliau dalam khutbahnya.
Momentum Idul Adha ini diharapkan menjadi titik awal bagi umat Islam untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan keikhlasan dalam beribadah, memperkuat semangat berbagi, serta mempererat bakti kepada orang tua.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, dengan harapan agar seluruh jamaah senantiasa diberi keistiqamahan dalam kebaikan dan dipertemukan kembali dengan hari raya di tahun-tahun mendatang.
Kontributor: Triyono



