
Haru dan Bangga Warnai Tasyakuran Santri Angkatan 2 dan 4 Darul Arqom Muhammadiyah Bayan Purworejo : Bertabur Prestasi dan Capaian Hafalan Al Quran
PURWOREJO – Suasana haru, bangga, dan penuh rasa syukur menyelimuti Aula Hotel Plaza Purworejo pada Kamis (4/6/2026). Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan menggelar Tasyakuran Santri Angkatan 2 dan 4 sebagai bentuk ungkapan syukur atas selesainya proses pendidikan santri kelas IX dan kelas XII.
Kegiatan yang dihadiri ratusan tamu undangan, wali santri, guru, dan tokoh Muhammadiyah tersebut menjadi momentum penuh makna dalam perjalanan pendidikan para santri. Tidak hanya menjadi seremoni pelepasan, agenda tersebut juga menjadi ajang apresiasi terhadap perjuangan santri dalam menempuh pendidikan akademik, tahfiz Al-Qur’an, pembinaan karakter, hingga berbagai capaian prestasi nasional dan internasional.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Purworejo Drs. H. Pujiono, Ketua PCM Bayan, Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal PCM Bayan, Ketua Perguruan Muhammadiyah Bayan, Direktur Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan Purworejo, Ketua Komite SMP Muhammadiyah Jono, Kepala Desa Jono, kepala sekolah Muhammadiyah, serta berbagai unsur persyarikatan Muhammadiyah lainnya.
Para wali santri tampak hadir mendampingi putra-putri mereka dalam prosesi penyerahan kembali santri dari pihak pondok kepada keluarga. Momentum tersebut menjadi salah satu bagian paling mengharukan dalam keseluruhan rangkaian acara.
Diawali Penampilan Seni dan Kreativitas Santri
Kegiatan diawali dengan praacara yang menampilkan berbagai kreativitas seni santri. Penampilan solo drum oleh santriwan Wintang sukses memukau para hadirin dengan permainan ritmis yang energik dan penuh percaya diri.
Suasana semakin meriah saat santriwati Fiesty, Zelin, dan Alifa menampilkan Tari Caping Ayu yang memadukan unsur budaya dan kekompakan gerak tari.
Acara resmi dipandu oleh Ustadzah Esti Trisnasari, S.Pd. dengan penuh semangat dan khidmat. Rangkaian pembukaan dimulai melalui pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh santriwan Abighael Putra Reian.
Seluruh tamu undangan kemudian berdiri bersama menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Muhammadiyah, dan Mars Purworejo yang dipimpin dirigen Ustadzah Afra Ayesha Shofura, S.Pd.
Nuansa nasionalisme dan semangat persyarikatan Muhammadiyah terasa begitu kuat dalam pembukaan agenda tersebut.
Prosesi Penyematan Tanda Kelulusan
Salah satu prosesi inti dalam kegiatan itu adalah penyematan tanda kelulusan kepada para santri. Prosesi berlangsung penuh haru dan kebanggaan.
Penyematan tanda kelulusan untuk santri kelas XII dilakukan oleh Ustadzah Putri Nugraheni, S.Pd., sedangkan penyematan bagi santri kelas 9A dilakukan oleh Ustad Chaedar Erik Harisnamuda, S.Pd., dan santri kelas 9B oleh Ustadzah Miftahul Karomah, S.Pd.
Para santri tampak bahagia menerima simbol kelulusan yang menjadi tanda selesainya proses pendidikan mereka di jenjang masing-masing.
Kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi simbol perjuangan panjang para santri dalam menempuh pendidikan berbasis pesantren yang memadukan akademik, tahfiz, akhlak, dan kaderisasi Muhammadiyah.
Apresiasi untuk Santri dan Siswa Berprestasi
Pondok pesantren juga memberikan penghargaan khusus kepada siswa dan santri berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan capaian mereka selama belajar.
Untuk kategori siswa berprestasi, penghargaan diberikan kepada Danin Akbar dari kelas 9A, Atsna Alayya Ilyana Sant dari kelas 9B, dan Nasyiatulaili Ashma’ Dhiya dari kelas XII.
Sementara kategori santri berprestasi diberikan kepada Muhammad Abdul Karim dari kelas 9A, Tsbita Puspita Syaqieb dari kelas 9B, Banar Fathan Perdana dari kelas XII santriwan, dan Nasyiatulaili Ashma’ Dhiya dari kelas XII santriwati.
Penghargaan kategori siswa berprestasi disematkan langsung oleh Kepala SMP Muhammadiyah Jono, Ustadzah Erlinda Windiastranti, M.Pd.
Adapun penghargaan kategori santri berprestasi diberikan langsung oleh Direktur Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan Purworejo, Ustad Dr. (Cand) Muhammad Nurrosyid Huda Setiawan, S.Th.I., MIRKH.
Pemberian penghargaan tersebut disambut tepuk tangan meriah para tamu undangan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi para santri.
Hafalan Al-Qur’an dan Momen Haru Bersama Orang Tua
Usai prosesi penghargaan, seluruh santri menampilkan hafalan bersama beberapa surat Al-Qur’an, di antaranya Surat An-Nuh untuk kelas 9 dan Surat Al Muzammil untuk kelas 12.
Penampilan hafalan tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan pendidikan tahfiz yang diterapkan di Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan.
Banyak tamu undangan tampak terharu menyaksikan para santri melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan lancar dan penuh penghayatan.
Suasana emosional semakin terasa ketika para santri menghampiri kedua orang tua mereka yang duduk di kursi tamu undangan. Satu per satu santri bersimpuh di hadapan orang tua sambil menyampaikan ucapan terima kasih dan ungkapan kasih sayang.
Santri kelas 9B tampak memasangkan mahkota kepada orang tua mereka, sementara santri kelas 9A dan kelas XII menyerahkan bunga sebagai simbol cinta dan penghormatan.
Tangis haru pecah di berbagai sudut ruangan ketika orang tua memeluk putra-putri mereka yang telah menyelesaikan pendidikan di pondok pesantren.
Momentum tersebut menjadi gambaran kuat tentang pentingnya akhlak, penghormatan kepada orang tua, dan nilai kekeluargaan yang ditanamkan di lingkungan pesantren.
Capaian Prestasi Membanggakan
Dalam sambutannya, Kepala SMP Muhammadiyah Jono, Ustadzah Erlinda Windiastranti, M.Pd., menyampaikan rasa bangga terhadap capaian para santri selama menempuh pendidikan.
“Alhamdulillah, selamat atas semua capaian prestasi kalian sesuai bakat masing-masing, baik di jenjang SMP maupun SMA. Semua telah ditempuh dengan perjuangan bersama bapak dan ibu guru selama di sekolah pondok,” ujarnya.
Ia mendorong para santri untuk terus mengembangkan potensi diri dan tetap semangat meraih cita-cita di masa depan.
“Silakan terus dilanjutkan, dikembangkan, dan ditingkatkan lagi di jenjang selanjutnya. Tetaplah berprestasi dan jangan bosan berbuat baik,” katanya.
Erlinda juga menyampaikan bahwa sejumlah santri telah berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an, sementara lainnya mencapai hafalan 10 hingga 20 juz dengan capaian akademik yang sangat baik.
Selain unggul di bidang tahfiz dan akademik, para santri juga berhasil menorehkan prestasi nonakademik di berbagai bidang lomba.
Beberapa di antaranya meraih prestasi dalam lomba roket air tingkat internasional di Malaysia, story telling pada Olympiade Ahmad Dahlan di Makassar, MTQ, MAPSI, dan berbagai kompetisi lainnya.
“Saya melepas kalian dengan rasa bangga dan senang hati. Jadilah anak-anak hebat Indonesia, jadilah remaja tangguh untuk memperkuat Muhammadiyah,” ucapnya.
Santri Diterima di Perguruan Tinggi
Direktur Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan, Ustad Dr. (Cand) Muhammad Nurrosyid Huda Setiawan, S.Th.I., MIRKH., mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan para santri menyelesaikan pendidikan mereka.
“Alhamdulillah, tidak ada kata lain yang patut diucapkan hari ini selain rasa syukur atas keberhasilan santri kelas 9 dan kelas 12 menyelesaikan kewajiban pendidikannya,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa sejumlah santri kelas XII telah diterima di berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi pondok pesantren dan wali santri.
“Terlebih lagi hafalan Al-Qur’an yang mereka miliki patut kita syukuri bersama,” katanya.
Nurrosyid berharap para santri tetap istiqamah menjaga hafalan Al-Qur’an dan akhlak mereka setelah lulus dari pesantren.
“Harapan kami, mereka tetap istiqamah menjaga hafalannya, menjaga akhlaknya, dan terus menjadi pribadi yang lebih baik,” tuturnya.
Apresiasi dari Dikdasmen Muhammadiyah Bayan, SD Muhammadiyah Bayan dan PDM Purworejo
Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal PCM Bayan, H. Paryono, S.Pd., turut mengapresiasi capaian pendidikan di Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan.
Ia menyebut pondok tersebut berhasil membina generasi muda Muhammadiyah yang berprestasi dan membanggakan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas hasil luar biasa dari pembelajaran di Darul Arqom yang mampu menyiapkan anak-anak menjadi pribadi berprestasi,” ujarnya.
Paryono juga menyampaikan bahwa terdapat santri yang berpeluang memperoleh beasiswa penuh kedokteran umum di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
“Ini menjadi kebanggaan besar bagi Muhammadiyah Bayan,” katanya.
Sementara itu, Ketua PDM Purworejo, Drs. H. Pujiono, mengapresiasi berbagai penampilan dan capaian multi talenta santri yang ditampilkan dalam acara tasyakuran tersebut.
Menurutnya, Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan merupakan salah satu tonggak penting kaderisasi Muhammadiyah di Kabupaten Purworejo.
“Darul Arqom ini adalah legasi Muhammadiyah Purworejo dan menjadi bibit kaderisasi Muhammadiyah,” ujarnya.
Ia mengajak warga Muhammadiyah di seluruh Purworejo untuk mempercayakan pendidikan putra-putrinya di Darul Arqom Muhammadiyah Bayan.
“Siswa-siswi berprestasi di sekolah Muhammadiyah tidak perlu ke mana-mana. Masuklah ke Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan,” katanya.
Menurut Pujiono, pondok pesantren tersebut memiliki potensi besar menjadi pusat pendidikan Islam modern dan terintegrasi yang mampu melahirkan kader Muhammadiyah unggul di masa depan.
Nurul Hasanah, M.Pd.I. Kepala SD Muhammadiyah Bayan mengapresiasi santri yang telah lulus dan menyelesaikan hafalannya.
“Selamat dan sukses atas kelulusan siswa siswi santriwan santriwati kelas 9 dan kelas 12 Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan. Semoga pelajaran ilmu yang didapat di Pondok Pesantren Darul Arqom Muhamamdiyah Bayan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga juga cita-cita yang kalian dambakan bisa tercapai selalu memberikan kebaikan untuk umat.
Penampilan Kreatif Santri Tutup Acara
Selain prosesi formal, acara tasyakuran juga diisi berbagai penampilan kreatif santri yang memukau tamu undangan.
Santriwati Rayya Audina Mumtaazah dan Marcella Erina Zhafran tampil mendongeng dengan kisah inspiratif tentang kejujuran dan menjaga kepercayaan yang diangkat dari cerita rakyat Rusia.
Penampilan solo vokal lagu “Dengan Nafasmu” oleh santriwati Fiesty bersama santriwan Wintang diiringi permainan drum turut mendapat apresiasi meriah.
Kemudian dilanjutkan Tari Lenggang oleh Zahid Safitri, Nayara, Azzanira, dan Nasifa Anis Malika yang menampilkan kekompakan dan kreativitas para santriwati.
Kelas XII juga mempersembahkan lagu “Kita Kesana” yang dibawakan Banar Fathan Perdana dan Putra berkolaborasi dengan Wintang.
Acara ditutup dengan penampilan solo vokal lagu “Kita” oleh Fiesty dan Wintang yang mengundang tepuk tangan panjang dari seluruh hadirin.
Seluruh rangkaian kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama antara santri, wali santri, ustaz dan ustazah, serta para tamu undangan.
Momentum tersebut menjadi penutup manis perjalanan pendidikan para santri Angkatan 2 dan 4 Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan Purworejo.
Melalui tasyakuran ini, pondok pesantren tidak hanya melepas para santri menuju jenjang kehidupan berikutnya, tetapi juga meneguhkan komitmen dalam mencetak generasi Qurani, berprestasi, berakhlak, dan siap menjadi kader Muhammadiyah yang membawa manfaat bagi umat dan bangsa.
Kontributor: A.M. Musdani



