Agama

PRM Krendetan Ajak Warga Jaga Keimanan Lewat Kajian Rutin, Angkat Konsep 3M hingga Pentingnya Istikamah

PURWOREJO – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Krendetan menggelar pengajian rutin yang dirangkai dengan rapat organisasi pada Jumat malam Sabtu, 10 Juli 2026 bertepatan dengan 25 Muharam 1448 H, pukul 20.00 WIB, di kediaman Bapak Yayan Taryana, Krendetan. Kegiatan ini menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat pemahaman keislaman warga.

Acara diawali dengan pembacaan Surah Al-Munafiqun ayat 9–10 oleh Bapak Syaiful Ashari beserta sari tilawahnya. Ayat tersebut mengingatkan agar harta dan keluarga tidak melalaikan manusia dari mengingat Allah SWT serta memanfaatkan waktu untuk memperbanyak amal saleh sebelum datang penyesalan.

Mewakili tuan rumah, Bapak Heriyadi menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh jamaah. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyambutan maupun penyediaan jamuan.

Ketua PRM Krendetan, Bapak Abdul Latif mengajak warga Muhammadiyah Krebdetan terus memperkuat ukhuwah Islamiyah melalui kegiatan persyarikatan. Pesan tersebut diperkuat oleh Bapak H. Zumarudin, S.Pd.I., yang menegaskan bahwa silaturahmi merupakan modal penting dalam membangun masyarakat yang rukun dan saling menguatkan.

Memasuki sesi kajian, kultum disampaikan oleh Bapak H. Rinhadi. Ia mengajak jamaah menjaga kualitas iman melalui konsep 3M, yakni Muraqabah (merasa selalu diawasi Allah), Mujahadah (bersungguh-sungguh melawan hawa nafsu), dan Muhasabah (introspeksi diri).

Selain itu, H. Rinhadi mengingatkan pentingnya membiasakan lima amalan, yaitu bergaul dengan orang-orang saleh, mentadabburi Al-Qur’an, menjaga kehalalan makanan, menghidupkan salat malam, serta memperbanyak doa dan istigfar. Menurutnya, kebiasaan tersebut menjadi bekal untuk menjaga hati agar tetap istiqamah.

Kajian kemudian dilanjutkan oleh Ustaz Ramzy Hizbillah yang hadir mewakili H. Dandung Danadi. Dalam tausiyahnya tentang Surah Al-Lail, ia mengingatkan bahwa manusia tidak boleh menggantungkan keselamatan hidup pada harta atau kedudukan, melainkan pada keimanan dan amal saleh.

Ustaz Ramzy juga menyampaikan kisah seorang prajurit muslim penghafal Al-Qur’an di perbatasan benteng Romawi yang kehilangan keimanannya setelah tergoda kenikmatan dunia. Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa setiap muslim harus menjaga keistiqamahan hingga akhir hayat.

“Amalan seseorang bergantung pada penutup kehidupannya. Karena itu, istiqamah harus terus dijaga sampai akhir,” pesannya di hadapan jamaah.

Usai pengajian, kegiatan dilanjutkan dengan rapat internal PRM Krendetan untuk membahas program kerja dan agenda organisasi. Seluruh rangkaian acara ditutup dengan doa Kafaratul Majelis.

Melalui pengajian rutin ini, PRM Krendetan berharap nilai-nilai keislaman yang diperoleh dalam majelis ilmu dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari serta semakin memperkuat ukhuwah, semangat bermuhammadiyah, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Kontributor: Epin Hidayat

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button