Agama

Menjaga Lisan dan Jari di Era Media Sosial, Pesan Penting Kajian Ahad Pagi PCM Grabag

PURWOREJO – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Grabag kembali menggelar Pengajian Rutin Ahad Pagi di Gedung Dakwah Muhammadiyah Grabag, Ahad (26/7/2026) bertepatan dengan 12 Safar 1448 H. Kajian yang dihadiri warga Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se-Kecamatan Grabag ini menghadirkan Ustadz Ariful Hazam, S.Pd.I, Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PDM Purworejo, sebagai pemateri.

Pada kesempatan tersebut, Ustadz Ariful Hazam mengupas kandungan Surat Al-Humazah, sebuah surat yang secara tegas mengingatkan manusia agar menjauhi perilaku mengumpat, mencela, serta tidak terpedaya oleh harta benda.

Beliau mengawali kajian dengan mengingatkan bahwa salah satu jalan memperoleh ketenteraman hati adalah senantiasa mengingat Allah SWT melalui zikir, terlebih di tengah derasnya arus informasi yang sering dipenuhi berita negatif dan memancing seseorang untuk mudah mencela maupun mengumpat.

“Seorang muslim yang baik adalah ketika orang lain selamat dari lisan kita,” tegasnya.

Menurut beliau, peringatan dalam Surat Al-Humazah tidak hanya berlaku bagi ucapan secara langsung, tetapi juga mencakup gunjingan di belakang, sindiran, isyarat, maupun tindakan yang bertujuan merendahkan orang lain.

Di era digital saat ini, pesan Al-Qur’an tersebut semakin relevan. Setiap muslim tidak hanya dituntut menjaga lisan, tetapi juga menjaga jari-jemari ketika menulis komentar di media sosial. Jangan sampai media sosial menjadi sarana menyebarkan hinaan, ujaran kebencian, ataupun komentar yang melukai kehormatan sesama.

Dalam pembahasannya, Ustadz Ariful Hazam juga menjelaskan kandungan ayat kedua Surat Al-Humazah yang mengkritik orang-orang yang gemar mengumpulkan dan menghitung-hitung hartanya hingga melahirkan sifat sombong serta merendahkan orang lain yang dianggap memiliki harta lebih sedikit.

Beliau menegaskan bahwa Islam tidak melarang seseorang menabung. Menabung diperbolehkan selama dilakukan secara benar dan belum mencapai kewajiban zakat (nisab). Namun, seorang mukmin hendaknya memiliki orientasi yang lebih besar, yakni memperbanyak tabungan akhirat melalui wakaf, infak, sedekah, dan berbagai amal saleh yang pahalanya terus mengalir.

Surat Al-Humazah sendiri terdiri atas sembilan ayat yang berisi peringatan keras terhadap pelaku ghibah, fitnah, penghinaan, serta mereka yang diperdaya oleh kekayaan. Secara ringkas, kandungan setiap ayat adalah sebagai berikut:

  1. Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela.
  2. Mereka yang sibuk mengumpulkan dan menghitung-hitung hartanya.
  3. Mengira hartanya akan membuat dirinya kekal.
  4. Allah menegaskan bahwa anggapan itu keliru, dan mereka akan dilemparkan ke dalam Hutamah.
  5. Hutamah adalah azab yang sangat dahsyat.
  6. Hutamah merupakan api Allah yang dinyalakan.
  7. Api tersebut membakar hingga ke hati.
  8. Neraka itu ditutup rapat atas mereka.
  9. Mereka terbelenggu pada tiang-tiang yang panjang.

Melalui kajian ini, jamaah diajak menjadikan Surat Al-Humazah sebagai bahan muhasabah agar senantiasa menjaga lisan, tulisan, serta tidak menjadikan harta sebagai ukuran kemuliaan. Kemuliaan seorang hamba di sisi Allah terletak pada ketakwaannya, sementara harta hanyalah titipan yang akan dimintai pertanggungjawaban dan sebaik-baiknya dimanfaatkan untuk bekal menuju kehidupan akhirat.

Kontributor: Triyono

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button