Organisasi

PCM Bagelen Lakukan Pengimbasan Manajemen Reputasi Digital Organisasi

Purworejo — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bagelen menggelar kegiatan Pengimbasan Manajemen Reputasi Digital Organisasi pada Ahad, 1 Rajab 1447H /21 Desember 2025. Bertempat di Gedung SMP Muhammadiyah Bagelen, kegiatan berlangsung pukul 08.00–12.00 WIB sebagai upaya memperkuat tata kelola citra organisasi Muhammadiyah di ruang digital.

Kegiatan ini diikuti oleh 10 peserta yang berasal dari unsur Persyarikatan dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM/AUA) se-Bagelen, terdiri atas 5 perwakilan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan 5 perwakilan AUM/AUA. Kegiatan ini sebagai tindak lanjut Pelatihan serupa tingkat Pimpinan Daerah Muhammadiyah Purworejo. Keterlibatan lintas unsur tersebut diharapkan mampu memperluas dampak pengimbasan hingga ke tingkat ranting dan unit amal usaha.

Rangkaian acara dipandu oleh Zumarudin, S.Pd.I., Sekretaris PCM Bagelen. Pembukaan diawali dengan pembacaan basmalah, dilanjutkan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Sang Surya yang meneguhkan semangat kebangsaan dan kemuhammadiyahan.

Kepala SMP Muhammadiyah Bagelen, Ulfah Hidayati, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan PCM Bagelen yang menjadikan sekolah tersebut sebagai lokasi kegiatan. Ia menegaskan bahwa sekolah Muhammadiyah dapat berfungsi sebagai ruang belajar bersama, tidak hanya bagi siswa, tetapi juga bagi penggerak Persyarikatan.

Sambutan sekaligus pembukaan acara disampaikan oleh Ketua PCM Bagelen, Rohadi, S.E. Ia menekankan bahwa pengelolaan reputasi digital merupakan kebutuhan mendesak di era media sosial. “Wajah Muhammadiyah hari ini tidak hanya dilihat dari aktivitas nyata, tetapi juga dari jejak digital yang kita tinggalkan. Karena itu, manajemen reputasi digital harus menjadi kesadaran bersama,” tegasnya.

Memasuki sesi inti, peserta menerima pemaparan materi dari Epin Hidayat dengan tema Manajemen Reputasi Digital Organisasi Muhammadiyah. Materi disampaikan secara sistematis, meliputi pemahaman dasar reputasi digital, tantangan media sosial, serta strategi membangun citra positif organisasi melalui konten yang edukatif dan beretika.

Epin Hidayat menegaskan bahwa setiap kader Muhammadiyah merupakan representasi organisasi di ruang digital. “Apa yang kita unggah, bagikan, dan komentari di media sosial secara tidak langsung merepresentasikan Muhammadiyah. Karena itu, literasi digital dan sikap bijak menjadi kunci,” ujarnya.
Diskusi berlangsung interaktif dengan pembahasan contoh-contoh kasus yang dekat dengan aktivitas PRM dan AUM/AUA. Peserta diajak untuk tidak hanya bersikap reaktif terhadap isu negatif, tetapi juga proaktif membangun narasi positif tentang peran dan kontribusi Muhammadiyah di tengah masyarakat.

Kegiatan pengimbasan ditutup oleh Zumarudin, S.Pd.I., yang berharap agar materi yang diperoleh dapat ditularkan ke lingkungan masing-masing. “Kami berharap pemahaman ini tidak berhenti di forum ini, tetapi benar-benar diimplementasikan sehingga reputasi digital Muhammadiyah di Bagelen semakin tertata, positif, dan mencerahkan,” ujarnya.

Acara berakhir dengan suasana reflektif dan semangat bersama untuk berbenah di ranah digital.

(Dede Awan Aprianto)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button