Agama

Pengajian Ahad Pagi PRM Harjobinangun: Belajar Wudhu yang Benar hingga Memaknai Hakikat Hayatan Thayyibah

PURWOREJO — Pengajian Ahad Pagi Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Harjobinangun berlangsung di Masjid Al Ikhlash Ranting Muhammadiyah Harjobinangun, Ahad, 8 Rabiulakhir 1448 H bertepatan dengan 20 September 2026.

Pengajian yang dihadiri warga Muhammadiyah se-Kecamatan Grabag serta masyarakat sekitar tersebut menghadirkan Ustadz H. Iyus Herdiana Saputra, M.Si., Ketua LP2M PDM Purworejo, sebagai penceramah.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Iyus mengawali kajian dengan memberikan penjelasan sekaligus praktik mengenai tata cara berwudhu sesuai tuntunan Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW.

Menurutnya, wudhu bukan sekadar aktivitas membasuh anggota tubuh sebelum melaksanakan salat, tetapi merupakan bagian penting dari kesempurnaan ibadah. Karena itu, tata cara dan syarat sahnya perlu benar-benar diperhatikan.

“Wudhu harus dilakukan dengan benar sesuai syariat. Sebab, apabila wudhunya tidak sah, maka salat yang dikerjakan setelahnya juga tidak sah,” demikian pesan penting yang disampaikan dalam kajian tersebut.

Selain membahas wudhu, Ustadz Iyus juga mengajak jamaah untuk memperbanyak istighfar dalam kehidupan sehari-hari. Istighfar bukan hanya ungkapan memohon ampun kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membersihkan hati, mendekatkan diri kepada Allah, serta membuka jalan bagi kebaikan.

Al-Qur’an mengingatkan tentang keutamaan memohon ampun dalam QS. Nuh ayat 10–12. Dalam ayat tersebut, Nabi Nuh AS menyeru kaumnya agar memohon ampun kepada Allah. Istighfar kemudian dikaitkan dengan turunnya hujan, bertambahnya harta dan anak, serta karunia kebun-kebun dan sungai.

Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah juga menempatkan memperbanyak istighfar sebagai salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam memohon kepada Allah. Sementara itu, artikel Muhammadiyah.or.id menjelaskan bahwa memperbanyak istighfar dapat menjadi sarana membersihkan hati dan mempersiapkan diri dalam berdoa.

Memahami Hakikat Hayatan Thayyibah

Dalam kajiannya, Ustadz Iyus juga menyampaikan tentang hakikat hayatan thayyibah, yaitu kehidupan yang baik dan penuh keberkahan.

Setidaknya terdapat tiga hal yang perlu dimiliki seorang Muslim untuk merasakan kehidupan yang baik tersebut.

Pertama, mendapatkan rezeki yang halal.
Harta yang diperoleh melalui jalan yang halal akan mendatangkan ketenangan dan keberkahan dalam kehidupan.

Kedua, dianugerahi akhlak qanaah.
Qanaah berarti mampu menerima dan mensyukuri apa yang telah diberikan Allah SWT, tanpa berhenti berikhtiar dalam mencari kebaikan.

Ketiga, diberikan kekuatan untuk melaksanakan ketaatan.
Nikmat terbesar bukan hanya ketika seseorang mendapatkan kelapangan rezeki, tetapi juga ketika Allah memberikan kemampuan untuk menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Jika ketiga hal tersebut hadir dalam kehidupan seorang Muslim, insyaallah ia akan mampu merasakan manisnya iman dan lezatnya ibadah.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa ukuran kebahagiaan tidak semata-mata dilihat dari banyaknya harta atau kemudahan hidup. Kehidupan yang baik juga lahir dari rezeki yang halal, hati yang qanaah, dan kemampuan untuk terus istiqamah dalam ketaatan kepada Allah SWT.

Ditutup dengan Berbagi Sayuran Gratis

Ada hal menarik yang turut mewarnai Pengajian Ahad Pagi PRM Harjobinangun. Seusai pengajian, jamaah mendapatkan kesempatan mengambil sayuran secara gratis yang telah disediakan oleh panitia.

Sayuran tersebut berasal dari sedekah masyarakat sekitar masjid. Tradisi berbagi ini menjadi bentuk nyata semangat kepedulian dan kebermanfaatan di tengah masyarakat.

Pengajian pun tidak hanya menjadi ruang untuk menambah ilmu dan memperkuat keimanan, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi serta menumbuhkan semangat berbagi.

Dari Masjid Al Ikhlash Harjobinangun, pesan tentang ibadah, kehalalan rezeki, qanaah, ketaatan, dan kepedulian sosial berpadu menjadi satu. Sebuah ikhtiar sederhana untuk menghadirkan kehidupan yang lebih baik, penuh ketenangan dan keberkahan.

(Triyono)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button