Pertanian

Dibuka Ketua PDM Purworejo, PCM Bagelen Ikuti Rakerda MPMLH 2026: Teguhkan Tekad JATAM dan Tinjau Kebun Percontohan Beromzet Rp65 Juta/Bulan

PURWOREJO – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bagelen mendelegasikan dua perwakilannya, M. Nashihin dan M. Kodri, dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2026 yang digelar oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan Hidup (MPMLH) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purworejo pada Ahad, 1 November 2026 (21 Jumadil Awwal 1448 H).

Agenda yang mempertemukan pengurus MPMLH serta Jama’ah Tani Muhammadiyah (JATAM) seluruh cabang se-Kabupaten Purworejo ini berlangsung khidmat di serambi Masjid Baiturrahman (Baiturrokhim) PCM Grabag. Turut hadir pengurus JATAM PWN Jawa Tengah untuk sosialisasi JATAM pada jambore yang akan datang dan Muktamar Muhammadiyah di Sumatera Utara 2027.

Rangkaian Rakerda yang dimulai pukul 09.00 hingga 11.30 WIB ini dibuka secara resmi oleh Ketua PDM Purworejo, Drs. H. Pudjiono. Dalam sambutan pembukaannya, Drs. H. Pudjiono memberikan penguatan khusus terkait peran strategis JATAM sebagai motor penggerak kemandirian ekonomi warga persyarikatan. Selaras dengan tema Rakerda, yakni “Optimalisasi Komoditas Pertanian Unggulan sebagai Penggerak Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Jama’ah Tani Muhammadiyah (Jatam) Berbasis Lingkungan”, beliau mendorong agar para petani Muhammadiyah mampu mengelola komoditas unggulan secara terorganisir, berdaya saing, dan tetap menjaga kelestarian alam.

​Memasuki sesi inti rapat kerja, MPMLH PDM Purworejo bersama seluruh peserta meneguhkan Panca Tekad JATAM (Jama’ah Tani Muhammadiyah) sebagai pedoman gerakan petani di tingkat cabang dan ranting, meliputi:

  1. ​Bertani dengan ilmu pengetahuan.
  2. ​Bertani tanpa merusak kelestarian bumi.
  3. ​Menjaga keseimbangan ekosistem dalam praktik pertanian.
  4. Mengedepankan sistem berjamaah dan korporasi.
  5. ​Menjadi petani yang senantiasa pandai bersyukur.

​Untuk menerjemahkan kelima tekad tersebut ke dalam langkah kerja yang aplikatif di lapangan, forum merumuskan pendekatan berkonsep SMILE, yaitu:

S – Simpel dan praktis: Metode budidaya yang mudah diterapkan sehari-hari oleh petani.
​M – Mudah dan murah: Menekan biaya operasional agar terjangkau secara ekonomi.
​I – Ilmiah: Berlandaskan kaidah sains pertanian yang terukur.
​L – Lokal: Mengembangkan potensi sumber daya untuk memenuhi kebutuhan lingkungan sekitar.
​E – Efektif: Berorientasi pada hasil panen yang optimal dan tepat sasaran.

​Setelah jeda Ishoma, kegiatan dilanjutkan pada pukul 12.30 hingga 14.00 WIB dengan agenda kunjungan lapangan (field trip) ke lahan percontohan milik H. Rochmadi, penggerak JATAM Grabag. Di kebun produktif tersebut, peserta mengobservasi langsung pengelolaan berbagai tanaman unggulan, antara lain kelengkeng New Crystal, mangga, pepaya Bangkok/California, sawo kecik, alpukat, jeruk buah dan jeruk purut, serta komoditas hortikultura seperti cabai rawit, terong, dan semangka.
Lahan percontohan terpadu ini tercatat mampu membukukan omzet penghasilan sekitar Rp65 juta per bulan.

​Kehadiran M. Nashihin dan M. Kodri mewakili PCM Bagelen dalam Rakerda dan studi lapangan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mengadopsi konsep SMILE serta mengembangkan potensi pertanian jamaah di wilayah Kecamatan Bagelen.

(Epin Hidayat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button