Pendidikan

Dindikbud Purworejo Lakukan Verifikasi Faktual, PKBM Surya Muhammadiyah Bagelen Siap Entaskan Anak Tidak Sekolah

PURWOREJO – Dalam upaya memperluas akses pendidikan kesetaraan dan menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Surya Muhammadiyah Cabang Bagelen resmi menjalani proses verifikasi faktual oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purworejo pada Selasa (3/11/2026). Kegiatan ini dilangsungkan di kompleks SMP Muhammadiyah Bagelen, yang ke depannya juga akan difungsikan penuh sebagai basis lokasi operasional PKBM tersebut.

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB ini dibuka secara resmi oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bagelen, Bapak Rohadi, S.E. Turut hadir dalam agenda tersebut jajaran tokoh penting persyarikatan, antara lain Sekretaris PCM Bagelen Bapak H. Zumarudin, S.Pd.I., Anggota Pleno PCM Bagelen Bapak Ahmad Sugandi, serta Ketua Majelis Dikdasmen PNF PCM Bagelen Bapak Wahidin. Kehadiran mereka disambut langsung oleh Direktur PKBM Surya Muhammadiyah Bagelen Bapak Budi Prastowo beserta jajaran pengurus dan para tutor.

​Perwakilan Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Purworejo, Bapak H. Kirmanto, dalam sambutannya menekankan urgensi pendirian lembaga ini. Beliau menyampaikan harapan agar izin operasional PKBM Surya Muhammadiyah Cabang Bagelen dapat segera terbit sehingga lembaga bisa beroperasi, menerima warga belajar, dan memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi angka ATS, khususnya di Kecamatan Bagelen. Dalam forum tersebut, Bapak Ahmad Sugandi juga secara khusus diarahkan untuk masuk ke dalam struktur kepengurusan guna memperkuat sinergi dan akselerasi program PKBM ke depan.

Proses verifikasi lapangan dilakukan oleh Tim Dindikbud Purworejo dari Bagian Sarpras, yakni Ibu Parwati dan Bapak Lulus. Mengingat kegiatan terpusat di kompleks sekolah, tim melakukan peninjauan fisik secara menyeluruh terhadap integrasi fasilitas SMP Muhammadiyah Bagelen yang akan digunakan oleh PKBM. Pengecekan meliputi kelayakan ruang kelas untuk Paket A, B, dan C, ruang kantor, ruang administrasi, perpustakaan, UKS, hingga fasilitas toilet. Kelengkapan visual kelembagaan seperti papan nama, plang ruangan, dan struktur organisasi juga turut diverifikasi.

Pada aspek kesiapan akademik dan SDM, tim verifikator menelaah kelengkapan dokumen kurikulum dan silabus untuk masing-masing tingkatan paket, serta memverifikasi langsung bukti fisik ijazah terakhir milik para tutor yang akan mengabdi.
​Secara keseluruhan, rangkaian verifikasi berjalan lancar. Peninjauan tahap pertama ini difokuskan sebagai syarat utama rekomendasi penerbitan izin pendirian lembaga. Setelah Izin Pendirian PKBM resmi diterbitkan, pihak Dindikbud akan kembali menjadwalkan visitasi tahap kedua yang berfokus pada verifikasi kurikulum operasional secara lebih mendalam.

(Epin Hidayat)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button