Organisasi

Semangat K.H. Ahmad Dahlan Menggema, PCM Bagelen Kebut Izin Pendirian PKBM dan Perkuat Konsolidasi Ranting

PURWOREJO — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bagelen melalui Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal (Dikdasmen PNF) terus mematangkan langkah perintisan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Muhammadiyah. Koordinasi intensif terkait pemenuhan syarat perizinan dan tindak lanjut operasional lembaga ini digelar dalam rapat pimpinan di Wisma PCM Bagelen pada Jumat (18/9/2026) malam. Rapat tersebut berlangsung khidmat, kekeluargaan, dan digelar secara lesehan di atas karpet hijau ruang utama wisma PCM Bagelen.

Agenda rapat diawali dengan kultum dari Ustaz Hadi Dandung Danadi yang kembali menyegarkan ingatan peserta mengenai sejarah perintisan pendidikan oleh K.H. Ahmad Dahlan. Dalam tausiahnya, beliau memaparkan bahwa K.H. Ahmad Dahlan telah memulai gerakan pendidikannya jauh sebelum Muhammadiyah resmi berdiri, yakni dengan mengajar ilmu agama di Langgar Kidul dan ilmu umum di teras rumahnya pada tahun 1904. Semangat luhur untuk memadukan ilmu sekuler dan agama demi mengangkat derajat dan martabat kaum marginal melalui pendidikan inilah yang kini menjadi landasan utama PCM Bagelen dalam mendirikan PKBM.

Ketua Majelis Dikdasmen PNF PCM Bagelen, Wahidin, S.Pd., dalam pemaparannya menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras tim perintis. Ia secara khusus menyoroti kegigihan Budi Prastowo yang turun langsung mengurus perizinan di Mal Pelayanan Publik (MPP).

“Berdasarkan penelusuran data yang kami lakukan bersama, tercatat ada sekitar 8.000 anak putus sekolah di Kabupaten Purworejo. Data valid ini telah kami presentasikan di PDM, dan alhamdulillah inisiatif pendirian PKBM Muhammadiyah langsung disetujui untuk diproses ke Dinas Pendidikan karena memiliki tujuan mulia mengentaskan pendidikan anak bangsa,” tegas Wahidin.

Ia menambahkan, operasional belajar mengajar PKBM ini rencananya akan menggunakan fasilitas yang ada di SMP Muhammadiyah Bagelen. Untuk membekali kemandirian ekonomi peserta didik nantinya, PKBM juga menyiapkan usulan program keterampilan praktis, salah satunya adalah pelatihan Pranotocoro (MC bahasa Jawa) dan tata rias/salon.

Melengkapi laporan tersebut, Budi Prastowo selaku Direktur sekaligus Sekretaris tim pendirian PKBM, memaparkan rincian persyaratan administrasi yang harus segera dipenuhi. Seluruh berkas ditargetkan sudah diserahkan ke Dinas Pendidikan tingkat kabupaten paling lambat tanggal 21 September 2026. Beberapa dokumen krusial sudah berhasil diselesaikan, di antaranya pengajuan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui Online Single Submission (OSS), NPWP, serta Surat Keterangan Domisili dari kelurahan.

Saat ini, tim tengah mengebut penyusunan akhir proposal pendirian dan finalisasi Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak sekolah. Untuk angkatan pertama, PKBM ini membidik sasaran peserta didik putus sekolah di tujuh kecamatan, dengan estimasi awal di wilayah Bagelen sendiri mencapai sekitar 150 anak.

Konsolidasi Organisasi dan Penataan Wakaf

Selain mematangkan PKBM, rapat koordinasi ini juga menjadi wadah konsolidasi berbagai majelis di bawah naungan PCM Bagelen. Ketua PCM Bagelen, Rohadi, S.E., turut memimpin pembahasan mengenai laporan sisa kas organisasi, serta rencana inisiasi pembuatan rekening syariah guna mengoptimalkan penghimpunan dana oleh Lazismu Bagelen.

Di bidang aset, Sekretaris PCM Bagelen, Zumarudin, S.Pd.I., melaporkan perkembangan sertifikasi tanah wakaf, khususnya tanah wakaf Musala As-Safiyah di Dadirejo dan aset dari keluarga Bapak Kulyubi. Beliau menekankan pentingnya percepatan proses pembuatan E-Sertifikat elektronik untuk menghindari pembengkakan biaya akibat proses turun waris di masa mendatang. Pak Zumarudin juga menyampaikan update mengenai program SatuMu melalui aplikasi MASA untuk segera di tindak lanjuti.

Rapat cabang ini dihadiri oleh jajaran penting PCM Bagelen, di antaranya Penasihat PCM H. Dandung Danadi, H. Hadi Sadsilo, Ketua Majelis Tabligh Ikhwan, S.Pd.I., Ketua KL Lazismu H. Putut Hartono, M.Pd., Jumaidi,S.Pd.I, serta Aviv Setiawan anggota majelis dan perwakilan divisi seni budaya.

Rapat Rutin PRM Krendetan Pererat Ukhuwah dan Kesolidan Anggota

Dinamika persyarikatan di lingkungan PCM Bagelen tidak hanya berpusat di tingkat cabang, tetapi juga berdenyut aktif di tingkat ranting. Sepekan sebelumnya, tepatnya pada Jumat malam Sabtu (11/9/2026), Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Krendetan telah sukses menggelar rapat rutin yang berlangsung dari pukul 20.00 hingga 22.00 WIB.

Bertempat di Masjid Al-Ikhlas PCM Bagelen, agenda ini dihadiri oleh segenap pengurus dan anggota PRM Krendetan yang tampak begitu solid dan antusias. Ketua PRM Krendetan, Bapak Abdul Latif, dalam sambutannya memberikan pesan-pesan penguatan organisasi agar ranting Krendetan terus bergerak aktif dalam menebar manfaat di tengah masyarakat.

Kehadiran Ketua PCM Bagelen, Bapak Rohadi, S.E., dalam rapat ranting tersebut turut menambah motivasi para kader. Dalam sambutannya, Bapak Rohadi menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas keaktifan, kesolidan, dan komitmen para anggota PRM Krendetan dalam menghidupkan dakwah persyarikatan di tingkat akar rumput.

Sebagai puncak acara, rapat rutin ini diisi dengan siraman rohani (tausiyah) yang disampaikan oleh Penasihat PRM Krendetan, Bapak H. Rinhadi. Beliau menitikberatkan pesannya pada pentingnya mempererat tali persaudaraan (ukhuwah Islamiyah) antar sesama warga Muhammadiyah, serta terus memupuk dan menguatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. sebagai fondasi utama dalam berorganisasi dan bermasyarakat.

Dengan aktifnya pergerakan dari tingkat ranting hingga cabang, Muhammadiyah Bagelen optimis dapat terus memberikan kontribusi nyata, baik di bidang dakwah, pendidikan, maupun pemberdayaan ekonomi umat.

(Epin Hidayat)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button